Rabu, 27 November 2013

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA BANI ABBASIYAH

Fachrudin Afriansyah


PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Sejarah Peradaban Islam pada intinya adalah sebagai wahana pengetahuan umat islam tentang sejarah perkembangan islam yang berkembang dan mempengaruhi dunia. Islam adalah agama terbesar di dunia yang perkembangannya paling pesat.
Perkembangan Islam memiliki beberapa tahap mulai dari zaman Rasulullah sampai pada   zaman modern seperti ini, semua ada tahapan dan masa-masanya yang berlalu begitu mengesankan.
Disini penulis akan sedikit mengupas perkembangan Islam pada masa Bani Abbasiyah


1.2  Tujuan

a.       Mengetahui sejarah peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah.
b.      Mengetahui peran kelompok Mawali dalam politik, militer, dan ilmu pengetahuan.
c.       Mengetahui munculnya aliran-aliran teologi Islam..
d.      Mengetahui kemunduran dan kehancuran Bani Abbas.






PEMBAHASAN


A.    PERAN KELOMPOK MAWALI DALAM POLITIK, MILITER, DAN ILMU PENGETAHUAN

1.      Kemajuan Dalam Bidang Politik Dan Militer
Di antara perbedaan karakteristik yang sangat mancolok anatara pemerinatah Dinasti Bani Umayyah dengan Dinasti Bani Abbasiyah, terletak pada orientasi kebijakan yang dikeluarkannya. Pemerinath Dinasti Bani Umayyah orientasi kebijakan yang dikeluarkannya selalu pada upaya perluasan wilayah kekuasaanya. Sementara pemerinath Dinasti Bani Abbasiyah, lebih menfokuskan diri pada upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, sehingga masa pemerintahan ini dikenal sebagai masa keemasan peradaban Islam. Meskipun begitu, usaha untuk mempertahankan wilayah kekuasaan tetap merupakan hal penting yang harus dilakukan. Untuk itu, pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah memperbaharui sistem politik pemerintahan dan tatanan kemiliteran.
Agar semua kebijakan militer terkoordinasi dan berjalan dengan baik, maka pemerintah Dinasti Abbasiyah membentuk departemen pertahanan dan keamanan, yang disebut diwanul jundi. Departemen inilah yamg mengatur semua yang berkaiatan dengan kemiliteran dan pertahanan keamanan.Pembentuka lembaga ini didasari atas kenyataan polotik militer bahwa pada masa pemertintahan Dinasti Abbasiyah, banayak terjadi pemebrontakan dan bahkan beberapa wilayah berusaha memisahkan diri dari pemerintahan DinasyiAbbasiyah.

2.      Kemajuan DalamBidang Ilmu Pengetahuan
Keberahasilan umat Islam pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah dalam pengembangan ilmu pengetahuan sains dan peradaban Islam secara menyeluruh, tidak terlepas dari berbagai faktoryang mendukung. Di anataranya adalah kebijakan politik pemerintah Bani Abbasiyah terhadap masyarakat non Arab ( Mawali ), yang memiliki tradisi intelektual dan budaya riset yang sudah lama melingkupi kehidupan mereka. Meraka diberikan fasilitas berupa materi atau finansial dan tempat untuk terus melakukan berbagai kajian ilmu pengetahuan malalui bahan-bahan rujukan yang pernah ditulis ataudikaji oleh masyarakat sebelumnya. Kebijakan tersebut ternyata membawa dampak yang sangat positif bagi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan sains yang membawa harum dinasyi ini.
Dengan demikian, banyak bermunculan banyak ahli dalam bidang ilmu pengetahaun, seperti Filsafat, filosuf yang terkenal saat itu antara lain adalah Al Kindi ( 185-260 H/ 801-873 M ). Abu Nasr al-faraby, ( 258-339 H / 870-950 M ) dan lain-lain.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban islam juga terjadi pada bidang ilmu sejarah, ilmu bumi, astronomi dan sebagainya. Dianatar sejarawan muslim yang pertama yang terkenal yang hidup pada masa ini adalah Muhammad bin Ishaq ( w. 152 H / 768 M ).

B.     MUNCULNYA ALIRAN-ALIRAN TEOLOGI ISLAM

1.      Sejarah Timbulnya Aliran- Aliran Teologi Islam
Aliran- aliran dalam teologi Islam ini muncul setelah wafatnya Rasulullah Muhammad SAW, karena begitu sentralnya tokoh seorang pribadi Muhammad SAW disamping sebagai Nabi, Rasul Beliau juga seorang kepala Negara dan kepala pemerintahan, ahli Negara, sehingga ketika Beliau wafat masyarakat madinah sibuk memikirkan pengganti Beliau untuk mengepalai Negara yang baru lahir itu. Sampai hal ini mengganggu prosesi pemakaman beliau dan mengganggap pemakaman Nabi merupakan soal kedua bagi mereka waktu itu. Selanjutnya muncul persoalan ‘Khilafah’ soal pengganti Nabi Muhammad sebagai kepala Negara.Sejarah mencatat bahwa Abu Bakar lah yang disetujui oleh masyarakat Islam diwaktu itu untuk menjadi Khalifah pertama. Kemudian Abu Bakar digantikan ol.eh Umar Ibn al-Khattab dan Umar tergantikan oleh Usman Ibn Affan.

2.      Aliran-Aliran Dalam Teologi Islam

a.       Aliran Khawarij
Istilah Khawarij berasal dari kata “kharaja” yang berarti keluar. Nama itu diberikan kepada mereka yang keluar dari barisan Ali. Alasan mereka keluar, karena tidak setuju terhadap sikap Ali Bin Abi Thalib yang menerima arbirtrase sebagai jalan untuk menyelesaikan persengketaan khalifah dengan Muawiyah Bin Abi Sufyan. Khawarij merupakan aliran dalam teologi Islam yang pertama kali muncul. Menurut Asy-Syahrastani, bahwa yang disebut Khawarij adalah setiap orang yang keluar dari imam yang hak dan telah disepakati para jema’ah, baik ia keluar pada masa sahabat Khulafaur Rasyidin, maupun pada masa tabi’in secara baik-baik

b.      Aliran Murji’ah
Aliran Murji’ah muncul sebagai reaksi atas sikapnya yang tidak mau terlibat dalam upaya “kafir mengkafirkan” terhadap orang yang melakukan dosa besar, sebagaimana hal ini dilakukan oleh aliran Khawarij.
Aliran ini menangguhkan penilaian terhadap orang-orang yang terlibat dalam peristiwa tahkim itu dihadapan Tuhan, karena hanya Tuhanlah yang mengetahui keadaan iman seseorang. Demikian pula orang mukmin yang melakukan dosa besar, masih dianggap mukmin dihadapan mereka.

c.       Aliran Mu’tazilah
Sejarah munculnya aliran mu’tazilah oleh para kelompok pemuja dan aliran mu’tazilah tersebut muncul di kota Bashrah (Iraq) pada abad ke 2 Hijriyah, tahun 105 – 110 H, tepatnya pada masa pemerintahan khalifah Abdul Malik Bin Marwan dan khalifah Hisyam Bin Abdul Malik. Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid Al-Hasan Al-Bashri yang bernama Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal, kemunculan ini adalah karena Wasil bin Atha' berpendapat bahwa muslim berdosa besar bukan mukmin dan bukan kafir yang berarti ia fasik. Imam Hasan al-Bashri berpendapat mukmin berdosa besar masih berstatus mukmin. Inilah awal kemunculan paham ini dikarenakan perselisihan tersebut antar murid dan Guru, dan akhirnya golongan mu’tazilah pun dinisbahkan kepadanya. Sehingga kelompok Mu’tazilah semakin berkembang dengan sekian banyak sektenya. kemudian para dedengkot mereka mendalami buku-buku filsafat yang banyak tersebar di masa khalifah Al-Makmun. Maka sejak saat itulah manhaj mereka benar-benar diwarnai oleh manhaj ahli kalam (yang berorientasi pada akal dan mencampakkan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah).

d.      Aliran Jabariah dan Qodariah
Jabariah adalah aliran di ilmu kalam yang berpandangan bahwa segala yang wujud di alam semesta, termasuk manusia, terikat pada kodrat dan irodat Allah SWT semata. Jabariah adalah pemahaman yang mengatakan bahwa amal shalih bukanlah sebab masuknya kita ke sorga dalam segala hal, dan sebaliknya adalah Qadariyah, yang meyakini bahwa sorga adalah bayaran dari amal kita secara mutlak. dan kedua faham ini batil, bahwa kita beramal dan Allah swt menentukan diterimanya amal itu atau tidak. tentunya kita tak berpangku tangan, tidak pula mengandalkan amal untuk memastikan masuk sorga dan bebas dari neraka

C.     KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN BANI ABBAS
1.      Sebab-sebab Kemunduran Dinasti Abbasiyah
Adapun penyebab kemunduran Dinasti Bani Abbasiyah adalah wilayah kekuasaan yang sempit yang menunjukkan kelemahan politiknya. Pada masa inilah tentara Mongol dan Tartar menyerang Baghdad, Baghdad dapat direbut dan dihancur luluhkan tanpa perlawanan yang berarti. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol inilah awal babak baru dalam sejaran Islam yang disebut masa pertengahan. Sebagai mana terlihat dalam periodisasi khalifah Abbasiyah masa kemunduran dimulai sejak periode kedua.
Beberapa faktor kemunduran Dinasti Abbasiyah antara lain:
a.       Persaingan Antarbangsa
Menurut Stryzewska, ada dua sebab dinasti Abbasiyah memilih orang-orang Persia daripada orang-orang Arab.Pertama, sulit bagi orang –orang Arab melupakan Bani Umayyah karena pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu. Kedua, orang Arab sendiri terpecah belah dengan adanya kesukuan. Dengan demikian, khilafah Abbasiyah tidak ditegakkan di atas kesukuan tradisonal.

b.      Kemerosotan Ekonomi
Dinasti Abbasiyah juga mengalami kemunduran di bidang ekonomi persamaan dengan kemunduran di bidang politik. Pada periode pertama pemerintahan Dinasti Abbasiyah merupakan pemerintahan yang kaya. Setelah memasuki periode kemunduran pendapatan negara menurun, sementara pengeluaran meningkat. Penurunan ini disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan, banyak terjadinya kerusuhan yang mengganggu perekonomian rakyat, diperingannya pajak, dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak membayar upeti.sedangkan pengeluaran membengkak disebabkan karena kehidupan para khalifah dan pejabat semakin mewah karena pejabat melakukan korupsi.



c.       Konflik Keagamaan
Konflik yang dilatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara muslim dan zindiq atau Ahlussunnah dengan Syiah saja tetapi juga antar aliran dalam Islam.

d.      Ancaman dari Luar
Z  Perang salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban.
Z  Serangan tentara Mongol ke wi;layah kekuasaan Islam






BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

PadamasaBaniAbbasiyahini Islam mengalamikemajuan yang cukuppesatdiberbagaibidang






sejarahperkembanganislam.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar