PERKEMBANGAN
ISLAM PADA MASA BANI ABBASIYAH
Fachrudin Afriansyah
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Sejarah
Peradaban Islam pada intinya adalah sebagai wahana pengetahuan umat islam
tentang sejarah perkembangan islam yang berkembang dan mempengaruhi dunia.
Islam adalah agama terbesar di dunia yang perkembangannya paling pesat.
Perkembangan Islam memiliki beberapa tahap mulai dari zaman
Rasulullah sampai pada zaman modern
seperti ini, semua ada tahapan dan masa-masanya yang berlalu begitu
mengesankan.
Disini penulis akan sedikit mengupas perkembangan Islam pada
masa Bani Abbasiyah
1.2 Tujuan
a.
Mengetahui
sejarah peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah.
b.
Mengetahui
peran kelompok Mawali dalam politik, militer, dan ilmu pengetahuan.
c.
Mengetahui
munculnya aliran-aliran teologi Islam..
d. Mengetahui kemunduran dan kehancuran Bani
Abbas.
PEMBAHASAN
A. PERAN KELOMPOK MAWALI DALAM POLITIK, MILITER, DAN ILMU PENGETAHUAN
1.
Kemajuan
Dalam Bidang Politik Dan Militer
Di antara perbedaan karakteristik yang sangat mancolok anatara
pemerinatah Dinasti Bani Umayyah dengan Dinasti Bani Abbasiyah, terletak pada
orientasi kebijakan yang dikeluarkannya. Pemerinath Dinasti Bani Umayyah
orientasi kebijakan yang dikeluarkannya selalu pada upaya perluasan wilayah
kekuasaanya. Sementara pemerinath Dinasti Bani Abbasiyah, lebih menfokuskan
diri pada upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, sehingga
masa pemerintahan ini dikenal sebagai masa keemasan peradaban Islam. Meskipun
begitu, usaha untuk mempertahankan wilayah kekuasaan tetap merupakan hal
penting yang harus dilakukan. Untuk itu, pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah
memperbaharui sistem politik pemerintahan dan tatanan kemiliteran.
Agar semua kebijakan militer terkoordinasi dan berjalan dengan
baik, maka pemerintah Dinasti Abbasiyah membentuk departemen pertahanan dan keamanan,
yang disebut diwanul jundi. Departemen inilah yamg mengatur semua yang
berkaiatan dengan kemiliteran dan pertahanan keamanan.Pembentuka lembaga ini
didasari atas kenyataan polotik militer bahwa pada masa pemertintahan Dinasti
Abbasiyah, banayak terjadi pemebrontakan dan bahkan beberapa wilayah berusaha
memisahkan diri dari pemerintahan DinasyiAbbasiyah.
2.
Kemajuan
DalamBidang Ilmu Pengetahuan
Keberahasilan umat Islam pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah
dalam pengembangan ilmu pengetahuan sains dan peradaban Islam secara
menyeluruh, tidak terlepas dari berbagai faktoryang mendukung. Di anataranya
adalah kebijakan politik pemerintah Bani Abbasiyah terhadap masyarakat non Arab
( Mawali ), yang memiliki tradisi intelektual dan budaya riset yang sudah lama
melingkupi kehidupan mereka. Meraka diberikan fasilitas berupa materi atau
finansial dan tempat untuk terus melakukan berbagai kajian ilmu pengetahuan
malalui bahan-bahan rujukan yang pernah ditulis ataudikaji oleh masyarakat
sebelumnya. Kebijakan tersebut ternyata membawa dampak yang sangat positif bagi
perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan sains yang membawa harum dinasyi
ini.
Dengan demikian, banyak bermunculan banyak ahli dalam bidang ilmu
pengetahaun, seperti Filsafat, filosuf yang terkenal saat itu antara lain
adalah Al Kindi ( 185-260 H/ 801-873 M ). Abu Nasr al-faraby, ( 258-339 H /
870-950 M ) dan lain-lain.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban islam juga terjadi pada bidang ilmu sejarah, ilmu bumi, astronomi dan sebagainya. Dianatar sejarawan muslim yang pertama yang terkenal yang hidup pada masa ini adalah Muhammad bin Ishaq ( w. 152 H / 768 M ).
Kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban islam juga terjadi pada bidang ilmu sejarah, ilmu bumi, astronomi dan sebagainya. Dianatar sejarawan muslim yang pertama yang terkenal yang hidup pada masa ini adalah Muhammad bin Ishaq ( w. 152 H / 768 M ).
B. MUNCULNYA ALIRAN-ALIRAN TEOLOGI ISLAM
1.
Sejarah
Timbulnya Aliran- Aliran Teologi Islam
Aliran-
aliran dalam teologi Islam ini muncul setelah wafatnya Rasulullah Muhammad SAW,
karena begitu sentralnya tokoh seorang pribadi Muhammad SAW disamping sebagai
Nabi, Rasul Beliau juga seorang kepala Negara dan kepala pemerintahan, ahli
Negara, sehingga ketika Beliau wafat masyarakat madinah sibuk memikirkan
pengganti Beliau untuk mengepalai Negara yang baru lahir itu. Sampai hal ini
mengganggu prosesi pemakaman beliau dan mengganggap pemakaman Nabi merupakan
soal kedua bagi mereka waktu itu. Selanjutnya muncul persoalan ‘Khilafah’ soal
pengganti Nabi Muhammad sebagai kepala Negara.Sejarah mencatat bahwa Abu Bakar
lah yang disetujui oleh masyarakat Islam diwaktu itu untuk menjadi Khalifah
pertama. Kemudian Abu Bakar digantikan ol.eh Umar Ibn al-Khattab dan Umar
tergantikan oleh Usman Ibn Affan.
2.
Aliran-Aliran Dalam Teologi Islam
a.
Aliran Khawarij
Istilah Khawarij berasal dari kata “kharaja”
yang berarti keluar. Nama itu diberikan kepada mereka yang keluar dari barisan
Ali. Alasan mereka keluar, karena tidak setuju terhadap sikap Ali Bin Abi
Thalib yang menerima arbirtrase sebagai jalan untuk menyelesaikan persengketaan
khalifah dengan Muawiyah Bin Abi Sufyan. Khawarij merupakan aliran dalam
teologi Islam yang pertama kali muncul. Menurut Asy-Syahrastani, bahwa yang
disebut Khawarij adalah setiap orang yang keluar dari imam yang hak dan telah
disepakati para jema’ah, baik ia keluar pada masa sahabat Khulafaur Rasyidin,
maupun pada masa tabi’in secara baik-baik
b.
Aliran Murji’ah
Aliran Murji’ah muncul sebagai reaksi atas
sikapnya yang tidak mau terlibat dalam upaya “kafir mengkafirkan” terhadap
orang yang melakukan dosa besar, sebagaimana hal ini dilakukan oleh aliran
Khawarij.
Aliran ini menangguhkan penilaian terhadap
orang-orang yang terlibat dalam peristiwa tahkim itu dihadapan Tuhan, karena
hanya Tuhanlah yang mengetahui keadaan iman seseorang. Demikian pula orang
mukmin yang melakukan dosa besar, masih dianggap mukmin dihadapan mereka.
c.
Aliran Mu’tazilah
Sejarah munculnya aliran mu’tazilah oleh para
kelompok pemuja dan aliran mu’tazilah tersebut muncul di kota Bashrah (Iraq)
pada abad ke 2 Hijriyah, tahun 105 – 110 H, tepatnya pada masa pemerintahan
khalifah Abdul Malik Bin Marwan dan khalifah Hisyam Bin Abdul Malik. Pelopornya
adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid Al-Hasan Al-Bashri yang bernama
Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal, kemunculan ini adalah karena Wasil bin
Atha' berpendapat bahwa muslim berdosa besar bukan mukmin dan bukan kafir yang
berarti ia fasik. Imam Hasan al-Bashri berpendapat mukmin berdosa besar masih
berstatus mukmin. Inilah awal kemunculan paham ini dikarenakan perselisihan
tersebut antar murid dan Guru, dan akhirnya golongan mu’tazilah pun dinisbahkan
kepadanya. Sehingga kelompok Mu’tazilah semakin berkembang dengan sekian banyak
sektenya. kemudian para dedengkot mereka mendalami buku-buku filsafat yang
banyak tersebar di masa khalifah Al-Makmun. Maka sejak saat itulah manhaj
mereka benar-benar diwarnai oleh manhaj ahli kalam (yang berorientasi pada akal
dan mencampakkan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah).
d.
Aliran Jabariah dan Qodariah
Jabariah adalah aliran di ilmu
kalam yang berpandangan bahwa segala yang wujud di alam semesta, termasuk
manusia, terikat pada kodrat dan irodat Allah SWT semata. Jabariah adalah
pemahaman yang mengatakan bahwa amal shalih bukanlah sebab masuknya kita ke
sorga dalam segala hal, dan sebaliknya adalah Qadariyah, yang meyakini bahwa
sorga adalah bayaran dari amal kita secara mutlak. dan kedua faham ini batil,
bahwa kita beramal dan Allah swt menentukan diterimanya amal itu atau tidak.
tentunya kita tak berpangku tangan, tidak pula mengandalkan amal untuk
memastikan masuk sorga dan bebas dari neraka
C.
KEMUNDURAN
DAN KEHANCURAN BANI ABBAS
1.
Sebab-sebab Kemunduran Dinasti Abbasiyah
Adapun penyebab
kemunduran Dinasti Bani Abbasiyah adalah wilayah kekuasaan yang sempit yang
menunjukkan kelemahan politiknya. Pada masa inilah tentara Mongol dan Tartar
menyerang Baghdad, Baghdad dapat direbut dan dihancur luluhkan tanpa perlawanan
yang berarti. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol inilah awal
babak baru dalam sejaran Islam yang disebut masa pertengahan. Sebagai mana
terlihat dalam periodisasi khalifah Abbasiyah masa kemunduran dimulai sejak
periode kedua.
Beberapa faktor
kemunduran Dinasti Abbasiyah antara lain:
a.
Persaingan Antarbangsa
Menurut
Stryzewska, ada dua sebab dinasti Abbasiyah memilih orang-orang Persia daripada
orang-orang Arab.Pertama, sulit bagi orang –orang Arab melupakan
Bani Umayyah karena pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu. Kedua, orang
Arab sendiri terpecah belah dengan adanya kesukuan. Dengan demikian, khilafah
Abbasiyah tidak ditegakkan di atas kesukuan tradisonal.
b.
Kemerosotan Ekonomi
Dinasti
Abbasiyah juga mengalami kemunduran di bidang ekonomi persamaan dengan
kemunduran di bidang politik. Pada periode pertama pemerintahan Dinasti
Abbasiyah merupakan pemerintahan yang kaya. Setelah memasuki periode kemunduran
pendapatan negara menurun, sementara pengeluaran meningkat. Penurunan ini
disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan, banyak terjadinya
kerusuhan yang mengganggu perekonomian rakyat, diperingannya pajak, dan
banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak membayar
upeti.sedangkan pengeluaran membengkak disebabkan karena kehidupan para
khalifah dan pejabat semakin mewah karena pejabat melakukan korupsi.
c.
Konflik Keagamaan
Konflik yang
dilatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara muslim dan zindiq
atau Ahlussunnah dengan Syiah saja tetapi juga antar aliran dalam Islam.
d. Ancaman dari
Luar
Z Perang salib yang
berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban.
Z Serangan
tentara Mongol ke wi;layah kekuasaan Islam
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
PadamasaBaniAbbasiyahini
Islam mengalamikemajuan yang cukuppesatdiberbagaibidang
sejarahperkembanganislam.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar